POJOKMANADO.ID – PT Pegadaian Area Manado 1 terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan dan investasi emas di tengah masyarakat. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Tring yang digelar di Mega Mall Manado, sebagai kelanjutan dari festival serupa yang sebelumnya berlangsung pada Oktober lalu.
Deputi Bisnis Area Manado 1 PT Pegadaian Kanwil V Manado, Andi Vivin Budi Permana, mengatakan Festival Tring menjadi sarana edukasi sekaligus pendekatan langsung kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat layanan digital Pegadaian, khususnya aplikasi Tring.
“Festival Tring ini merupakan rangkaian kegiatan yang akan terus kami galakkan hingga akhir tahun 2026 dengan berbagai konsep berbeda, seperti fun run, gold run, dan kegiatan menarik lainnya. Harapannya, aplikasi Tring benar-benar menjadi aplikasi andalan masyarakat Kota Manado,” kata Vivin.
Vivin menjelaskan, Pegadaian Area Manado 1 saat ini membawahi sembilan kantor cabang yang tersebar di Kota Manado hingga wilayah Tahuna dan Melonguane. Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas tercermin dari capaian saldo Tabungan Emas nasabah di Manado yang telah mencapai sekitar 120 kilogram emas, dengan sekitar 20 kilogram di antaranya telah didepositokan.
“Kesadaran masyarakat Manado terhadap investasi emas sangat luar biasa. Apalagi saat ini harga emas kembali menyentuh all time high. Bahkan, berdasarkan estimasi sejumlah pakar ekonomi, harga emas diproyeksikan bisa mencapai Rp5 juta per gram hingga akhir 2026,” ujarnya.
Menurut Vivin, kondisi tersebut menjadi momentum yang tepat bagi Pegadaian untuk terus mengedukasi masyarakat agar memilih instrumen investasi yang aman dan berada di bawah pengawasan regulator, di tengah maraknya investasi ilegal yang berpotensi merugikan.
Ia menambahkan, aplikasi Tring hadir sebagai super apps yang memungkinkan masyarakat membeli emas, menggadaikan emas, melakukan deposito emas, transfer emas, hingga mengajukan pembiayaan. “Bahkan dalam hitungan detik, dana bisa langsung masuk ke rekening,” katanya.
Tak hanya itu, masyarakat juga dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal terjangkau. “Dengan dana Rp50 ribu, masyarakat sudah bisa memiliki emas. Saat ini harga emas sekitar Rp2,6 juta per gram,” tambah Vivin.
Festival Tring yang digelar selama dua hari tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai lomba, aktivitas edukatif, serta pembagian hadiah emas yang disponsori oleh Galeri 24, anak usaha Pegadaian yang bergerak di bidang produksi dan penjualan emas batangan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga mendapatkan edukasi investasi emas dan semakin memaksimalkan berbagai produk Pegadaian,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Manado menyambut positif pelaksanaan Festival Pegadaian tahap kedua tersebut. Kegiatan ini dinilai strategis dalam mendorong literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait investasi emas yang aman dan terjangkau.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Manado, Atto M. Bulo, mengatakan bahwa di tengah berbagai tantangan ekonomi, investasi emas menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Emas sejak lama dikenal memiliki prospek yang menguntungkan dari zaman ke zaman. Karena itu, kegiatan seperti Festival Pegadaian ini sangat penting untuk memperkenalkan investasi emas kepada masyarakat awam, baik dari sisi pemahaman maupun mekanismenya,” ujar Atto.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Area Manado 1 PT Pegadaian Kanwil V Manado beserta seluruh pihak yang terlibat atas konsistensi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, investasi emas memiliki risiko relatif rendah, menjaga daya beli, serta memiliki likuiditas tinggi yang mampu menggerakkan roda perekonomian.
“Emas bukan lagi aset pasif. Dengan likuiditas yang tinggi, emas dapat berputar dan memberikan dampak positif bagi perekonomian. Diharapkan minat masyarakat untuk berinvestasi emas terus tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah,” jelasnya.
Atto juga mengingatkan masyarakat agar mempelajari seluk-beluk investasi emas secara matang sebelum memulai, sehingga keputusan investasi bersifat terencana dan berkelanjutan.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menetapkan langkah investasi yang solid agar hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,” katanya.*










