POJOKMANADO.ID – PT Pegadaian Kantor Wilayah V Manado menggelar program khitanan massal bertajuk Khitan Cerdas Generasi Emas Indonesia dengan target 460 anak yang tersebar di enam wilayah kerja. Pelaksanaan perdana berlangsung Sabtu, 27 Juni 2026, dengan 100 peserta pertama yang mengikuti kegiatan di Manado.
Bukan sekadar agenda seremonial, program ini merupakan bagian dari komitmen CSR Pegadaian yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di seluruh kantor area di bawah Kanwil V Manado — mulai dari Gorontalo dan Palu di bagian barat, hingga Sorong dan Jayapura di ujung timur Indonesia.
Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil V Manado, Andy Nofriza, yang hadir mewakili Pemimpin Wilayah Maksum, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya khitan, baik dari dimensi keagamaan maupun kesehatan.
“Khitan atau sunatan merupakan salah satu kewajiban bagi anak laki-laki Muslim yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga sangat penting dari segi kesehatan medis. Oleh karena itu, kami merasa terpanggil menyelenggarakan khitanan massal ini sebagai wujud kepedulian sosial,” ujar Andy.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses, Pegadaian menggandeng tim medis profesional serta berbagai pihak terkait.
Tak hanya memastikan prosedur berjalan dengan baik, Andy juga memberikan motivasi langsung kepada para peserta agar tidak merasa gentar menghadapi proses khitan.
Ia pun menitipkan pesan kepada para anak yang mengikuti program ini — bahwa momen khitan bukan sekadar ritual, melainkan titik awal sebuah perubahan.
“Setelah disunat, harus menjadi anak yang lebih rajin belajar, patuh kepada orang tua, dan rajin beribadah. Kalian semua adalah anak-anak yang hebat,” kata Andy.
Andy juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah menaruh kepercayaan kepada Pegadaian, sekaligus mendoakan seluruh peserta agar segera pulih dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan saleh.
Adapun distribusi peserta program tersebar sebagai berikut: Kanwil Manado (100 anak), Area Gorontalo (100 anak), Palu (100 anak), Manado 2 (60 anak), Sorong (50 anak), dan Jayapura (50 anak).*










