POJOKMANADO.ID — Peringatan 17 Agustus menjadi momentum PT Pegadaian Kanwil V Manado memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Kantor Wilayah Pegadaian V Manado, Senin (17/8/2026).
Upacara dipimpin Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil V Manado Maksum dan diikuti jajaran deputi operasional, deputi area serta insan Pegadaian.
Maksum membacakan amanat Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan yang menekankan bahwa kemajuan perusahaan harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Damar mengatakan semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui pekerjaan sehari-hari, termasuk memberikan akses layanan keuangan yang semakin mudah dan luas.
“Pertumbuhan kinerja dan perkembangan bisnis sudah seharusnya bermuara pada semangat kepedulian dan kebermanfaatan bagi bangsa dan negara Indonesia,” kata Damar.
Menurutnya, pencapaian perusahaan tidak cukup hanya dilihat dari sisi finansial. Pegadaian juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses keuangan, mendukung UMKM serta menghadirkan layanan digital yang inklusif.
Pegadaian sendiri mencatat laba bersih Rp6,59 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 84,4% secara tahunan.
Meski demikian, Damar mengingatkan capaian tersebut bukan tujuan akhir.
“Bagi kita seluruh insan Pegadaian, tentunya hal ini merupakan suatu kebanggaan. Namun, saya ingin menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukanlah tujuan akhir,” ujarnya.
Momentum HUT ke-81 RI juga dikaitkan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Damar mengajak insan Pegadaian memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai perusahaan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Melalui semangat terus Melayani Sepenuh Hati, kita wujudkan cita-cita bersama untuk MengEMASkan Indonesia,” katanya.
Upacara kemudian ditutup dengan seruan kemerdekaan sebagai penegasan semangat seluruh insan Pegadaian dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.
“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” seru Damar dalam amanat yang dibacakan Maksum.*










