POJOKMANADO.ID – Mahasiswa yang membutuhkan dana untuk keperluan mendadak kini dapat memanfaatkan layanan pembiayaan Pegadaian.
Salah satunya Taja Sopa atau Gadai Tanpa Bunga yang menyediakan pinjaman mulai Rp50 ribu hingga Rp1 juta.
Program tersebut diperkenalkan PT Pegadaian Kanwil V Manado dalam kegiatan Finansial Mandiri Dimulai Hari Ini di The Gade Creative Lounge (TGCL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Deputi Area Bisnis Area Manado 1 PT Pegadaian Kanwil V Manado, Andi Vivin Budi Permana, mengatakan fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa yang membutuhkan dana dalam kondisi tertentu.
Mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh pinjaman maksimal Rp1 juta dengan tenor hingga empat bulan.
“Kalau pinjam Rp1 juta, baliknya juga Rp1 juta. Tidak ada bunga. Tetapi ada barang yang digadaikan,” kata Andi Vivin.
Menurut dia, jaminan yang digunakan dalam layanan tersebut tidak harus berupa emas. Barang elektronik seperti handphone maupun laptop juga dapat dijadikan barang jaminan, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Jadi kalau teman-teman mahasiswa membutuhkan dana mendadak, bisa datang ke Pegadaian,” ujarnya.
Andi Vivin menjelaskan, layanan tersebut merupakan salah satu dari lebih dari 20 produk Pegadaian yang kini tersedia bagi masyarakat.
“Produk Pegadaian tidak lagi hanya berkaitan dengan gadai, tetapi juga mencakup investasi emas, pembiayaan kendaraan, modal usaha hingga layanan digital,” jelasnya.
Menurut Andi Vivin, mahasiswa perlu mulai mengenal berbagai pilihan pengelolaan keuangan sejak dini. Kebutuhan dana tidak selalu dapat diprediksi, sehingga pemahaman terhadap produk pembiayaan juga menjadi bagian dari literasi finansial.
Namun, ia mengingatkan mahasiswa tetap perlu memperhatikan kemampuan mengembalikan pinjaman sesuai jangka waktu yang telah ditentukan.
Selain fasilitas gadai tanpa bunga, Pegadaian juga memperkenalkan Tabungan Emas yang dapat dimulai dengan nominal Rp10 ribu.
“Kalau di bank kita menabung uang, kalau di Pegadaian kita menabung dan saldonya langsung dalam bentuk gram emas. Bahkan bisa mulai dari Rp10 ribu,” jelasnya.
Pegadaian juga memiliki Cicil Emas bagi masyarakat yang ingin memiliki emas batangan melalui pembayaran secara bertahap.
Andi Vivin mengatakan Pegadaian saat ini telah mengembangkan lebih dari 20 produk yang menyasar berbagai kebutuhan masyarakat.
Selain gadai dan investasi emas, tersedia pula pembiayaan kendaraan baru maupun bekas serta pembiayaan modal usaha.
“Kita juga sudah menjadi penyalur KUR syariah. Teman-teman yang punya usaha dan membutuhkan tambahan modal bisa mengajukan sepanjang memenuhi ketentuan,” katanya.
Di sisi lain, Pegadaian terus mengembangkan ekosistem bisnis emas melalui layanan bullion serta berbagai layanan digital melalui aplikasi Tring.
Andi Vivin berharap mahasiswa tidak menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai belajar mengelola keuangan.
“Semua itu butuh duit. Dari situ harus kita planning-kan, harus kita investasi,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa mulai membangun kebiasaan mengatur keuangan, termasuk memahami kebutuhan, menyisihkan uang dan mempersiapkan tujuan finansial sejak dini.*









