Indonesia AirAsia resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Surabaya–Makassar pada Sabtu 7 Maret 2026. Pembukaan rute ini memperkuat konektivitas antara Pulau Jawa dan Sulawesi sekaligus menambah pilihan perjalanan bagi masyarakat.
Melalui Makassar, penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Sulawesi seperti Luwuk, Palu, dan Kendari. Dengan skema ini, mobilitas antarwilayah di kawasan Indonesia Timur diharapkan semakin mudah dan terintegrasi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan konektivitas domestik maskapai, khususnya menuju wilayah Indonesia Timur.
“Makassar kami perkuat sebagai virtual hub yang memudahkan masyarakat menjangkau berbagai kota seperti Luwuk, Palu, dan Kendari dalam satu rangkaian perjalanan,” ujar Sadikin dalam keterangan tertulis, Sabtu 7 Maret 2026.
Menurutnya, kehadiran rute ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pariwisata, serta membuka peluang mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Sadikin menambahkan, konektivitas tersebut juga terintegrasi dengan jaringan AirAsia Group. Penumpang dari Luwuk, Palu, dan Kendari dapat terhubung melalui Makassar untuk melanjutkan perjalanan internasional menggunakan layanan fly-thru menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Integrasi jaringan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi sekaligus memperkuat pergerakan wisatawan nusantara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2025, perjalanan wisatawan nusantara ke wilayah Sulawesi tercatat cukup tinggi. Di Sulawesi Selatan misalnya, perjalanan wisnus mencapai lebih dari 42,5 juta perjalanan. Sementara di Sulawesi Tengah sekitar 11,6 juta perjalanan dan di Sulawesi Tenggara sekitar 13,3 juta perjalanan.
Tingginya mobilitas wisatawan ini menunjukkan potensi ekonomi dan pariwisata yang terus berkembang di kawasan Sulawesi. Kehadiran rute baru Surabaya–Makassar diharapkan semakin memperkuat konektivitas udara dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi di kawasan Indonesia Timur.*










