POJOKMANADO.ID – Bank Indonesia (BI) memperkuat layanan kas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Sulawesi Utara. Dalam program tersebut, BI menyiapkan uang layak edar senilai Rp 5,5 miliar untuk didistribusikan ke lima pulau perbatasan di bagian utara Indonesia.
Distribusi uang dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan KRI Selar-879. Tim ERB 2026 resmi dilepas dari Satrol Koarmada VIII Bitung, Selasa (23/6/2026), untuk menjalankan pelayaran selama tujuh hari.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari mandat Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan kepulauan yang sulit dijangkau.
Adapun lima pulau yang menjadi sasaran layanan kas yakni Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruan, dan Miangas. Seluruh wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan aksesibilitas cukup tinggi.
Menurut Joko, distribusi Rupiah ke wilayah 3T tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
“Kolaborasi ini mencerminkan bahwa menjaga kedaulatan bangsa tidak hanya pada aspek pertahanan semata, tetapi juga pada aspek kedaulatan ekonomi,” ujarnya.
Selain menyalurkan uang layak edar, BI juga akan menarik uang tidak layak edar yang masih beredar di masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas Rupiah sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pembayaran tunai di daerah kepulauan.
Tim ERB juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah guna meningkatkan pemahaman mengenai fungsi, manfaat, serta pentingnya menjaga mata uang nasional.
Secara nasional, program Ekspedisi Rupiah Berdaulat terus diperluas. Sejak diluncurkan pada 2012 hingga 2026, BI dan TNI AL telah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling yang menjangkau 766 pulau 3T di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025, nilai uang yang didistribusikan melalui program tersebut mencapai Rp 156 miliar dengan cakupan 91 pulau. Sementara pada 2026, BI menargetkan pelaksanaan 23 kegiatan ERB yang akan menjangkau 115 pulau di berbagai wilayah Nusantara.
Joko menegaskan kehadiran layanan kas hingga wilayah perbatasan merupakan bagian dari upaya BI menjaga kelancaran peredaran uang dan memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap layanan keuangan dasar.
“Dengan tersedianya uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah NKRI, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan efisien, termasuk di daerah kepulauan dan perbatasan,” katanya.*










